Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

GmnI Tidak Ikut-ikutan Dalam Demokrasi Kampus



Dalam rangka menyelenggarakan pemilihan umum presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasisswa universitas Tribhuwana tungga dewi malang, gerakan mahasiswa nasional indonesia (GMNI) tidak ikut-ikutan. 

Keputusan ini lahir dari musyawara mufakat yang di laksanakan pada sabtu 23-06-2018, di graha utama, dan di tegaskan ketua GmnI komisariat Fisip Yongki saat menyampaikan pandangannya.

Menurut Yongki GmnI tetap berpegang tegu pada garis perjuangan yang sesungguhnya, dan tidak terpengaruh akan kekuasaan dan jabatan yang bisa melemahkan semangat kader terhadap eksistensi perjuangan.

"Sebagai organ gerakan kader GmnI harus mampu menjaga hatinya agar tidak mudah tergoda akan kekuasaan dan jabatan, karna itu akan berdampak pada lemahnya semangat kader untuk tetap berjuang" tegas Yongki.

Sementara itu ketua komisaraiat pertanian Alan mengatakan GmnI bukan mendidik kadernya untuk hanya semata-mata meraih PRESMA tetapi masi banyak hal yang patut di perjuangkan.

Selain itu GmnI berharap kader yang siap bertarung di PEMIRA dan di dilegasikan dari ORDA kiranya dapat mencapai tujuannya, GmnI menginginkan tetap optimis dan semangat keharmonisan serta gotong royong antar semua golongan dapat dijaga dengan baik.

GmnI komisariat Fisip UNITRI, cetak 34 kader



Memperingati hari lahir Pancasila 1 juni 2018, GmnI komisariat fisip mengadakan kegiatan kaderisasi tingkat dasar (KTD), dengan tema mencetak kader marhanis yang progresif dan revolusioner untuk tetap setia mengawal Pancasila, di rumah dinas PDAM kota Batu jln Kasiman no 5 ngagglik.

Kegiatan KTD dimulai dari hari jumat 1- munggu 3 juni 2018, dan melibatkan GMNI KOMISARIAT se cabang malang dan OKP serta organisasi mahasiswa ekstra Kampus, sementara itu, jumlah peserta calon anggota KTD ada 34 calon anggota kader, yang didelegasi oleh setiap komiasariat cabang malang, GMNI Komisariat BUDI UTOMO malang, UNMER malang, UNIKAMA, WISNU WARDHANA, AGROFORET (IPM) dan Pertanian UNITRI


Melihat kondisi Pancasila yang tengah diobrak-abrik oleh tantangan global, bung Didi selaku Ketua pelaksana dalam sambutannya mengatakan “kegiatan ini di gelar untuk merayakan hari lahir pancasila, dengan demikian, kader-kader GMNI harus mampu setia mengawal pancasila, dan menjadikan pancasila sebagai rumah kita semua, jangan sampai ada upaya reduksi terhadap nilai-nilai pancasila, Pancasila harus di gaungkan dan di sosialisasikan kepada seluruh elemen masyarakat jangan sampai pancasila hanya sebagai ornamen sejarah”, jelas Didi dalam akhir sambutannya pada acara ini.
 
Sementara bung Yongki Ketua GMNI Komisariat FISIP universitas tribhuwana tunggadewi malang mengatakan, “GMNI harus cinta terhadap tanah air, peka terhadap kondisi bangsa yang sedang carut marut ini, mudah mudahan dengan terselenggaranya Seminar dan KTD ini akan mencetak kader-kader yang progresif revolusioner”.

Menurut Yongki kegiatan KTD ini adalah sebuah bentuk kaderisasi dimana kader akan digembleng secara serius lewat didikan dan laithan serta doktrinan ideoligi yang semakin tajam, agar keder-kader mampu dicetak untuk tetap setia mengawal Pancasila ditengah tantangan global.
Disisi lain yongki mengaku bahwa kegiatan KTD ini sungguh membuatnya bangga, karena KTD ini baru pertama kali diadakan semenjak GmnI berdiri di universitas tribhuwana tunggadewi malang, bukan hanya itu, Bung Ato selaku Alumni GmnI komsariat Fisip menyatakan hal yang sama ketika diwawancarai.

Kegiatan berlansung 3 hari, hingga minggu 3 juni 2018, tepat pada pukul 18:00 calon anggota kader dikukuhkan oleh ketua komisariat bung Yongki dan sah menjadi kader Gmni yang siap ,setia mengawal Pancasila.


Realisasi Makna Sumpah Pemuda, Ketua GmnI Komisariat Fisip Menegaskan GmnI Harus Bersatu

Oleh Bung Youngki


" Rentetan panjang sejarah sumpah pemuda akan terus menjadi tameng utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara indonesia, keutuhan dan kesatuan NKRI harus tetap dijaga karena niat untuk bersatuh timbul dari jiwa sanubari para pemuda ".

Kutipan diatas di ambil dari sambutan ketua GmnI komisariat Fisip UNITRI Bung Youngki saat menghadiri kegiatan natal dan tahun baru bersama yang dilaksanakan pada hari minggu 7- januari -2018, di Aula BEM lantai dua UNITRI.

Kegiatan yang dikonsepkan kedua komisariat ini diharapkan mampu membangun keakraban antar komisariat dan seluruh anggota komisariat agar tetap bersatu menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI dan tetap berpegang teguh pada ikrar sumpah pemuda.

Rangkaian acara yang memakan waktu kurang lebih empat ( 4 ) jam itu dihadiri oleh seluruh komisariat cabang Malang, DPC serta beberapa alumni, diantaranya Bung Oskar, Bung Edo, dan Bung Win.

" GmnI harus tetap bersatu untuk Indonesia " tutur Bung Oskar saat di berikan kesempatan untuk membawa sambutan alumni oleh panitia pelaksanan.

Dalam kegiatan juga diisi dengan orasi-orasi ilmiah dan puisi yang dibawakan oleh kader serta dilanjutkan dengan diskusi mengenai wawasan kebangsaan yang tak lari jauh dari garis perjuangan GmnI.


GmnI Kom Fisip Unitri Mengadakan Diskusi Lintas Orda Dan Omek Serta Komisariat Malang

Oleh Bung Youngki



Minggu 10-12-2017 bertempat di aula Graha utama UNITRI, Gerakan mahasiswa nasional Indonesi atau biasa disingkat ( GmnI ) komisariat fisip mengadakan diskusi lintas oganisasi daerah ( Orda ), organisasi ekstra ( OMEK ) dan lintas komisariat GmnI malang, untuk memperingati hari anti korupsi internasioanl dengan tema "GERAKAN PEMUDA SEBAGAI PEMUTUS MATA RANTAI KORUPSI".

Proses diskusi yang berdurasi kurang lebih lima (5) jam itu berjalan baik hingga akhir.

Bung Narza salah seorang pengurus MCW yang diundang komisariat selaku pemateri mengaku bahwa dirinya bangga bisa bersama para agent perubahan itu untuk membahas problem-problem sosial yang terjadi akhir-akhir ini, salah satunya Korupsi yang masih merak di publik.

Bukan saja itu beliau juga sempat menyampaikan pujian singkat bagi GmnI kom Fisip yang mengadakan diskusi itu, karena bagi beliau gerakan pemuda itu harus terus dibumikan untuk sesuatu yang salah di negara tercinta ini.  

" Saya bangga bisa berdiskusi bersama agent-agent perubahan ini, dan saya bangga kepada GmnI kom Fisip Unitri yang masih memiliki jiwa kepedulian terhadap kesanjangan-kesanjangan sosial hari ini, bagi saya gerakan itu harus di bumikan terus untuk melawan hal-hal yang masih salah di negara kita tercinta ini " ujar bung Narza kepada pengurus komisariat.

Menyadari bahwa pemuda adalah agent of control maka perlu adanya sebuah perlawanan terhadap sesuatu yang salah di negara yang kita bangga muliakan ini, karena bagaimanpun juga sejarah kemerdekaan indonesia tidak terlepas dari sejarah gerakan pemuda.

" Tak usah berharap pada gerakan-gerakan yang besar saja, melainkan dari gerakan-gerakan yang kecil seperti ini perlu digulirkan terus, semoga dengan kegiatan ini dapat tertanam budaya diskusi dalam jiwa para pemuda ", tutur ketua komisariat Fisip bung Youngki pada akhir sambutannya.



Kategori

Kategori